Minggu, 19 Oktober 2014

Laporan Keuangan dan Analisis Laporan Keuangan

Daksinapati, Senin 13 oktober 2014 ruang 305  perkuliahan Manajemen Keuangan seperti biasa dilaksanakan yang dipimpin langsung oleh bapak Amril selaku dosen pada mata kuliah ini. Pada pertemuan kali ini membahas mengenai Laporan Kuangan dan Analisis Laporan Keuangan.

      A.  Laporan Keuangan

Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi :
  •  Neraca 
  • Laporan laba rugi 
  • Laporan perubahan ekuitas 
  • Laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan berupa laporan arus kas atau laporan arus dana 
  • Catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan 
Unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran posisi keuangan adalah aset, kewajiban,dan ekuitas. Sedangkan unsur yang berkaitan dengan pengukuran kinereja dalam laporan laba rugi adalah penghasilan dan beban. Laporan posisi keuangan biasanya mencerminkan berbagai unsur laporan laba rugi dan perubahan dalam berbagai unsur neraca.

      B. Jenis Laporan Keuangan

Berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Kuangan (PSAK) terdapat lima jenis laporan keuangan, antara lain :
  
  1.  Laporan Labar-Rugi : jenis laporan ini digunakan untuk mengetahui apakah suatu perusahaan mengalami keuntungan atau kerugian pada periode tertentu 
  2. Laporan Perubahan Modal : Jenis laporan keuangan ini digunakan untuk mengetahui apakah m odal perusahaan bertambah atau berkurang dalam satu periode tertentu. 
  3. Neraca 
  4. Laporan Arus Kas : merupakan laporan yang menunjukkan semua aspek yang berkaitan dengan kegiatan perusahaan, baik yang berpengaruh langsung atau tidak langsung terhadap kas.  Laporan arus kas harus disusun berdasarkan konsep kas selama periode laporan. Laporan kas terdiri arus kas masuk (cash in) dan arus kas keluar (cash out) selama periode tertentu. Kas masuk terdiri uang yang masuk ke perusahaan, seperti hasil penjualan atau penerimaan lainnya, sedangkan kas keluar merupakan sejumlah pengeluaran dan jenis-jenis pengeluarannya, seperti pembayaran biaya operasiona perusahaan. 
  5. Laporan Catatan atas Laporan Keuangan : merupakan laporan yang memberikan informasi apabila ada laporan keuangan yang memerlukan penjelasan tertentu. Artinya terkadang ada komponen atau nilai dalam laporan keuangan yang perlu diberi penjelasan terlebih dahulu sehingga jelas. Hal ini perlu dilakukan agar pihak-pihk yang berkepentingan tidak salah dalam menfsirkannya.
  
      C. Analisis Rasio Keuangan

   Analisis rasio keuangan adalah analisis yang menghubungkan perkiraan neraca dan laporan laba rugi terhadap satu dengan lainnya, yang memberikan gambaran tentang sejarah perusahaan serta penilaian terhadap keadaan suatu perusahaan tertentu. Analisis rasio keuangan memungkinkan manajer keuangan meramalkan reaksi para calon investor dan kreditur serta dapat ditempuh untuk memperoleh tambahan dana. (Zaki Baridwan, 1997 :17), Suatu rasio tidak memiliki arti dalam dirinya sendiri, melainkan harus diperbandingkan dengan rasio yang lain agar rasio tersebut menjadi lebih sempurna dan untuk melakukan analisis ini dapat dengan cara membandingkan prestasi suatu periode dengan periode sebelumnya sehingga diketahui adanya kecenderungan selam periode tertentu, selain itu dapat pula dilakukan dengan membandingkan dengan perusahaan sejenis dalam industri itu sehingga dapat diketahui bagaimana keuangan dalam industri.

     D.   Macam-Macam Analisis Rasio Keuangan

Ada beberapa macam-macam rasio keuangan yaitu Rasio Likuiditas, Rasio Leverage (Solvabilitas), Rasio Aktivitas, Rasio Profitabilitas. Dalam setiap rasio keuangan memiliki fungsi-fungsi tersendiri untuk aplikasinya, seperti contoh yang saya sebutkan di bawah berikut ini:

  1. Rasio Likuiditas, adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban financial jangka pendek. Intinya adalah seberapa cepat (Likuid) perusahaan memenuhi kinerja keuangannya, umumnya kewajiban jangka pendek, (kewajiban kurang dari satu periode/tahun) 
  2. Rasio Leverage, adalah rasio untuk mengukur seberapa efektif perusahaan menggunakan sumberdaya yang dimiliki, sumber daya yang dimaksud seperti piutang dan modal maupun aktiva. 
  3. Rasio Aktivitas, adalah rasio untuk mengukur seberapa jauh aktiva perusahaan dibiayai dengan hutang atau dibiayai oleh pihak luar. Pihak luar disini bisa berupa investor maupun bank 
  4. Rasio Profitabilitas, adalah rasio untuk mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungan dengan penjualan, aktiva maupun laba dan modal sendiri.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar