Minggu, 12 Oktober 2014

Kebijakan Pajak dalam Pendidikan


Pada hari senin 05 oktober 2014 ruang 305 gedung daksinapati, perkuliahan Manajemen Kuangan dilaksanakan yang dipimpin langsung oleh bapak Amril selaku dosen pada mata kuliah ini. pembahasan pada hari ini yaitu mengenai Kebijakan Perpajakan dalam Pendidikan.

Pengertian Pajak menurut Pasal 1 angka 1 UU No.28 th 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan adalah Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemamakmuran rakyat.

Selanjutnya membahas mengenai PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak), yaitu penghasilan yang menjadi batasan tidak kena pajak bagi wajib pajak pribadi, jadi apabila penghasilan neto wajib pajak pribadi jumlah dibawah PTKP tidak terkena pajak penghasilan dan bila berstatus sebagai pegawai atau penerima penghasilan, maka penghasilan tersebut tidak akan di potong pph 21.
  • PPN, PPN BM DAN PAJAK PENGHASILAN 
Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah pajak yang dikenakan atas setiap pertambahan nilai dari barang atau jasa dalam peredarannya dari produsen ke konsumen. Dalam bahasa Inggris, PPN disebut Value Added Tax (VAT) atau Goods and Services Tax (GST). PPN termasuk jenis pajak tidak langsung, maksudnya pajak tersebut disetor oleh pihak lain (pedagang) yang bukan penanggung pajak atau dengan kata lain, penanggung pajak (konsumen akhir) tidak menyetorkan langsung pajak yang ia tanggung. 

 Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPN BM) merupakan pajak yang dikenakan atas konsumsi barang atau jasa. Pajak Pertambahan Nilai dikenakan terhadap jalur distribusi dan jalur produksi. Sedangkan, Pajak Penjualan atas Barang Mewah merupakan pajak yang dikenakan atas konsumsi barang yang tergolong Barang Mewah. Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah merupakan satu kesatuan. Artinya, Pajak Penjualan atas Barang Mewah tidak dapat berdiri sendiri, yakni pengenaan Pajak Penjualan atas Barang Mewah selalu bersamaan pengenaannya dengan Pajak Pertambahan Nilai. Namun, Pajak Pertambahan Nilai pengenaannya dapat terpisah dari Pajak Penjualan atas Barang Mewah

Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh Pasal 21) Pajak Penghasilan Pasal 21 adalah pajak yang dikenakan atas penghasilansehubungan dengan pekerjaan atau jasa yang diterima oleh wajib pajak orang pribadi sebagai wajib pajak dalam negeri.

Contoh Soal Pph 21:
Samsurdi pegawai PT.Angkasa, menikah 2 anak, memperoleh gaji sebesar Rp. 5.000.000,00 program jamsostek
Premi jaminan kecelakaan kerja 0,5%  Rp. 25.000,00
Premi jaminan kematian 0,3%             Rp. 15.000,00
Iuran pensiun                                        Rp. 300.000,00
Tunjangan transport                             Rp. 150.000,00
Tunjangan makan                                 Rp. 200.000,00
Hitung Pph perbulan ?
Jawab :
Gaji pokok                                                         Rp. 5.000.000,00
Tunjangan transport                                         Rp. 150.000,00
Tunjangan makan                                             Rp. 200.000,00 +
                                                                                                              Rp. 5.350.000,00
Premi jaminan kecelakaan kerja 0,5%             Rp. 25.000,00
Premi jaminan kematian 0,3%                         Rp. 15.000,00
Premi jaminan hari tua 3%                               Rp. 150.000,00 +
                                                                                                               Rp. 190.000,00 -

Penghasilan netto perbulan                                                                  Rp. 5.160.000,00 x 12
Penghasilan netto Pertahun                                                                 Rp. 61.920.000,00
WP                                                                     Rp. 24.300.000,00
Nikah                                                                 Rp. 2.025.000,00
2 Anak                                                               Rp. 4.050.000,00 +
                                                                                                              Rp. 30.375.000,00

PKP 1 Tahun                                                                                          Rp. 31.545.000,00
Rp. 31.545.000,00 x 5%          =         Rp. 1.577.250,00
Pph 1 tahun                             =         Rp. 1.577.250,00

Tidak ada komentar:

Posting Komentar